Bekerja dengan Unity di Ubuntu #Bagian 1

Ubuntu merupakan sebuah Sistem Operasi yang berbasis GNU/Linux. Sistem Operasi GNU/Linux sudah mulai dikenal di dunia perkantoran dan bahkan pada end user (pengguna akhir). Karena GNU/Linux bersifat free software dan open source, serta dalam hal keamanannya juga dibilang ketat. Tak heran jika sekarang banyak perusahaan yang menggunakan Ubuntu sebagai alternatif Sistem Operasi mereka.

Tampilan pada Ubuntu ini disebut Unity. Karena banyak sekali tampilan-tampilan yang di gunakan oleh user GNU/Linux, ada GNOME, KDE, Cinnamon, dan lain-lain, bahkan 1 satu Sistem Operasi dapat di pasang lebih dari 1 tampilan. Tampilan-tampilan ini dalam GNU/Linux disebut DE (Desktop Environtment). GNU/Linux memiliki lebih dari 50 DE dan salah satunya adalah Unity, DE inilah yang digunkan Ubuntu sebagai defaultnya. Sampai artikel ini ditulis, Ubuntu versi 17.04 masih menggunakan Unity sebagai defautlnya. Mendengar kabar buruk dari Canonical (perusahaan yang membuat ubuntu) Unity akan ditanggalakan pada versi 18.04 mendatang karena kekurangan dana dan sebagai gantinya ubuntu akan menggunakan GNOME sebagai DE defaultnya di versi selanjutnya. Namun jangan khawatir bagi pengguna Unity, karena Unity bersifat free (bebas merdeka) dan open source, maka source code disebarluaskan. Bagi anda yang ingin melanjutkan pengambangannya bisa meneruskan perjuangan Canonical. Source Codenya bisa anda unduh di github. Namun unity sekarang sudah beralih tangan untuk di kembangkan.

Langsung saja, beginilah tampilan DE Unity pada Ubuntu

Screenshot from 2017-06-30 09-15-51

Bagian atas disebut sebagai panel dilengkapi dengan system tray yang berada pada bagian kanannya. Pada bagian kiri terdapat launcher sebagai tempat bernaungnya aplikasi-aplikasi atau shortcut aplikasi. Launcher dibagian kiri sengaja dibuat sedemikian rupa supaya Unity memiliki ciri khasnya sendiri dan ketika orang melihatnya sekilas akan tahu kalau itu adalah ubuntu. Unity di desain begitu sederhana agar memudahkan penggunanya, karena memang Unity ini di tujukan untuk pemula.

Dash

Dash sama halnya start pada windows, yang akan menampilkan seluruh aplikasi yang ada pada Sistem Operasi ubuntu.

Screenshot from 2017-06-30 09-19-39

Sekali klik dash akan menampilkan home, yaitu tempat bernaungnya history dari aplikasi, berkas-berkas dan direktori yang telah di akses. Jadi kita tahu aplikasi apa saja yang pernah di buka, berkas dan direktory apa saja yang pernah di telusuri.

Screenshot from 2017-06-30 09-22-35

Dibagian kanan terdapat filter untuk meyaring apa saja yang ingin kita tampilkan, bisa berdasarkan kategori dan juga dari sumbernya.

Selanjutnya Ctrl+Tab atau tombol seperti A di bagian bawah akan menampilkan seluruh aplikasi yang ada pada Ubuntu, tab ini disebut Programs seperti all programs yang ada pada start di windows.

Screenshot from 2017-06-30 09-22-56

Pada bagian Recently merupakan aplikasi yang baru saja dibuka. Installed adalah seluruh aplikasi yang terpasang pada Ubuntu, mirip dengan All Programs pada Windows.

Pada setiap tab memiliki filternya masing-masing, begitu juga pada tab Programs ini

Screenshot from 2017-06-30 09-23-05

Pada tab selanjutnya adalah history untuk Files, Videos, Musics dan Pictures.

Screenshot from 2017-06-30 09-23-14.png

Resize Dash

Dash pada dasarnya merupakan launcher, peluncur, atau tempat bernaungnya seluruh aplikasi. Dash ini juga dapat perkecil ukurannya dengan mengklik tombol resize pada bagian pojok kiri atas desktop.

Screenshot from 2017-06-30 09-23-28.png

Filter pada dash juga dapat dihilangkan seperti ketika dash berukuran full size

Screenshot from 2017-06-30 09-23-44.png

customize adalah kelebihan dari GNU/Linux dibanding dengan Sistem Operasi lainnya. Kita dapat merubah tampilan sesuai dengan keinginan usernya.

Action

Pada launcher terdapat beberapa aksi yang berbeda-beda ketika kita klik kanan.

Screenshot from 2017-06-30 09-23-58.png

Klik kanan pada dash, akan menampilkan beberapa pilihan seperti home, Aplications (All Programs), Files & Folders dan lain-lain seperti yang terdapat pada dash yang sudah dibahas diatas.

Screenshot from 2017-06-30 09-24-08.png

Pada Nautilus, (Nautilus merupakan files explorer pada Windows, tempat untuk menelusuri berkas dan direktori) memiliki aksi yang berbeda dengan dash. Klik kanan pada aplikasi yang terdapat pada launcher memiliki aksi yang berbeda berdasarkan aplikasi yang di pilih. Pada nautilus kita diberikan pilihan berupa direktori Documents, Downloads, Music dan lain-lain seperti gambar.

Contoh lain klik kanan pada Mozilla Firefox (peramban)

Screenshot from 2017-06-30 09-24-16.png

Pada mozilla kita diberikan pilihan yang dimiliki oleh Mozilla, seperti Open New Window, Open a New Private Window, Firefox Web Browser, dan Unlock from Launcher.

HUD (Head Up Display)

Head Up Display ini merupakan fitur yang hanya dimiliki oleh Unity, DE lain belum ada fitur ini, dan ini sangat membantu dan mempercepat ketika kita bekerja pada aplikasi apapun.

Screenshot from 2017-06-30 09-24-37.png

Tampilan HUD seperti gambar diatas, ia akan mencari apa yang kita butuhkan. Untuk menampilkan HUD cukup kita menekan tombol Alt pada keyboard kita. Cara penggunaannya seperti berikut:

Screenshot from 2017-06-30 09-25-23

Contoh kita menggunakannya pada nautilus. Nautilus memiliki fitur tab seperti pada browser, kita dapat menggunkan HUD untuk membuat tab dengan tekan tombol Alt pada keyboard dan mengetikkan new, maka HUD akan menampilkan beberpa pilihan dibawahnya seperti gambar diatas. HUD juga dapat membuat folder baru seperti kita klik kanan → new folder pada nautilus. HUD dapat menggunakan semua fitur yang ada pada program yang berjalan.

Saat kita mengetik pada LibreOffice, nautilus juga dapat membaca fitur apa saja yang ada pada LibreOffice, termasuk pemformatan. Sebagai contoh kita lupa tempat tool untuk pemberian nomor halaman, kita dapat menggunakan fitur HUD untuk menggunakan format page number tersebut dengan tekan tombol Alt dan ketik page number, maka HUD akan menampilkan menu page number beserta letaknya untuk mengingatkan kita letak dari tool page number tersebut.

System tray

System tray merupakan tempat bernaungnya pengaturan tambahan untuk aplikasi yang membutuhkan dan untuk system itu sendiri.

Kontrol sistem

Screenshot from 2017-06-30 09-26-34.png

System tray akan menampilkan pengaturan-pengaturan yang dibutuhkan untuk sistem. Seperti detail dari sistem, settings, logout, suspend (sleep), Hibernate, Shut Down. Untuk restart akan muncul pilihan ketika kita memilih shut down.

Screenshot from 2017-06-30 09-26-43.png

Contoh lain adalah indikator dari calendar, ia menampilkan tanggal seperti layaknya kalender pada umumnya. Ketika Anda membuat jadwal pada aplikasi calendar, indikator ini akan menampilkan jadwal anda serta jam yang telah anda tentukan sebagai pengingat anda. System Tray akan menampilkan pengaturan-pengaturan tambahan sesuai dengan aplikasi yang dimuatnya.

Mengganti Background

Penggantian Background pada Unity cukup sederhana dan cepat, cukup klik kanan → Change Desktop Background, maka akan muncul tampilan seperti berikut:

Screenshot from 2017-06-30 09-27-21.png

Untuk mengganti latar belakang, cukup pilih gambar dan otomatis Desktop akan mengganti latar belakang secara otomatis. Pada pilihan direktori Wallpapers dapat anda ganti dengan direktori lain untuk memilih gambar yang lain sesuai dengan keinginan anda. Di Unity untuk perubahan-perubahan tidak memerlukkan tombol Apply karena perubahannya akan dilakukan Desktop secara otomatis setelah anda melakukan perubahan-perubahan.

Penggantian tema juga dapat anda lakukan cukup mudah dengan memilih tema yang anda inginkan pada kolom Theme. Merubah ukuran icon pada launcher yang ada di sebelah kiri desktop juga dapat anda lakukan dengan menggeser untuk mengganti nilai pada kolom Launcher icon size. Untuk default Unity memberikan ukuran 48.

Shortcut

Petunjuk shortcut dalam penggunaan Unity dalam kehidupan sehari-hari dapat anda temui di layer Guide pada unity, cara memunculkannya cukup menekan dan tahan tombol Super (logo windows pada keyboard). Tombol win pada keyboard disebuat sebagai tombol super di Unity.

Screenshot from 2017-06-30 09-28-02.png

Tidak hanya layer guide saja, namun pada launcher juga terdapat nomor-nomor. Nomor itu juga sebuah shortcut untuk membuka aplikasi yang ada pada launcher sesuai dengan urutannya. Cara untuk menggunakannya cukup dengan menekan tombol super + angka aplikasi yang anda ingin buka, misal saya ingin membuka nautilus, saya cukup menekan tombol super + 1 untuk membuka aplikasi nautilus, begitu juga seterusnya.

Unity juga dilengkapi Manual Book untuk anda pelajari sendiri, untuk membukanya anda cukup menekan tombol F1 pada keyboard atau klik tombol power pada system tray dan pilih Ubuntu help, maka manual book akan muncul.

Screenshot from 2017-06-30 09-27-52.png

Manual book ini sangat membantu penggunanya. Para developer memang senggaja membuat ini untuk memudahkan pengguna dan ketika pengguna tidak memiliki koneksi internet, pengguna cukup membuka manual book ini untuk mempelajari Ubuntu.

Launcher

Launcher di buat sedemikian rupa untuk memudahkan penggunanya, memberikan akses jalan pintas, dan supaya Unity tetap terlihat bersih dari shortcut walaupun anda tetap bisa menambahkannya pada desktop. Launcher adalah tempat bernaungnya shortcut-shortcut aplikasi, anda dapat memindahkan tatanan letaknya, menambahkan maupun menghilangkannya dari launcher.

Screenshot from 2017-06-30 09-28-27.png

Untuk menghilangkan atau menghapus shortcut, anda cukup klik kanan pada shortcut yang ingin anda hapus, kemudian pilih Unlock from launcher, maka otomatis shortcut tersebut akan terhapus dari launcher. Kalau pun ingin menambahkan, langkahnya juga sama, pilih lock to launcher pada aplikasi yang berjalan atau click and drug dari dash.

Screenshot from 2017-06-30 09-28-58.png

Untuk merubah urutan shortcut, anda bisa memidahnya dengan menarik keluar shortcut dari launcher dan pindahkan ke atas maupun kebawah urutan shortcut.

Menu

Dari tampilan screenshot diatas,mungkin anda tidak melihat menu yang biasanya terdapat pada aplikasinya, itu bukanlah bug atau error, sengaja Unity dibuat untuk sesederhana mungkin. Semua menu yang terdapat pada aplikasi dipindahkan ke panel atas dan terhidden ketika pointer anda tidak mengarah ke panel, cara menampilkannya bagaimana? Ya arahkan pointer anda ke panel, maka menu aplikasi akan muncul

Screenshot from 2017-06-30 09-30-36.png

seperti gambar diatas, menu pada nautilus tertampung pada panel. Fitur inilah yang saya sukai dari unity, karena dengan itu, ruang kerja pada desktop akan terasa lebih luas, walaupun tidak begitu terlihat, namun ini penting jika anda seorang desainer atau editor yang membutuhkan ruang kerja yang luas.

Biasanya orang kebingungan ketika akan menutup sebuah aplikasi, dan mencari-cari tombol close apalagi ketika full screen. Seperti halnya menu tadi, tombol close juga dipindahkan ke panel bagian paling kiri dan terhidden. Ini hanya berlaku untuk applikasi yang full screen.

Screenshot from 2017-06-30 09-30-59.png

Lihat gambar diatas, tombol close berada pada panel dan terhidden katika pointer tidak berada pada panel.

Penutup

Unity memiliki kelebihan dan kekurangan seperti desktop-desktop lainnya. Dan memerlukan dukungan untuk bisa membuatnya lebih baik lagi. Jika anda merasa kebingungan dengan DE Unity ini, anda bisa membuka manual book. Anda bisa pintar tanpa google, pintar tanpa internet hanya dengan membaca manual book. Budayakanlah membaca. Developer dengan susah payah membuat manual book untuk memudahkan penggunanya. Jika masalah anda tidak terbantu dengan manual book, anda bisa bertanya pada komunitas. Sangat banyak komunitas-komunitas yang mendukung free software dan anda bisa bertanya pada mereka tentang masalah anda. Di google pun banyak sekali artikel yang membahas tutorial, khususnya Unity ini. Mereka bersusah payah dengan niatan untuk membantu para pengguna baru GNU/Linux. Dengan free software, anda akan disadarkan bahwa jalinan silaturahim sesama itu penting. Anda tidak akan mendapatkannya di proprietary software, karena di proprietary software membantu satu sama lain pun dilarang.

Mari hijrah untuk hidup lebih baik. Salam Open Source.

Advertisements

One thought on “Bekerja dengan Unity di Ubuntu #Bagian 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s