Mudah Migrasi Ke GNU/Linux

5c1e633348ed6843834b170d69cb4667

Migrasi dari Sistem Operasi satu ke Sistem Operasi yang lain tidak berbeda dengan anda berpindah dari kota A ke Kota B. Pastinya akan ada perbedaan yang menonjol di sana, seperti perbedaan lingkungan, cara kerja, tetangga, karakter penduduk, dan lain-lain. Sehingga diperlukan kemampuan untuk beradaptasi yang baik agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Untuk bermigrasi ke GNU/Linux, anda juga memerlukan kemampuan untuk beradaptasi agar nantinya anda dapat menggunakan GNU/Linux dengan baik dan lancar. Banyak pengguna yang tidak mau beradaptasi sehingga ketika menggunakan GNU/Linux akan merasa kesulitan untuk mengenal lingkungan kerja pada GNU/Linux. Hal ini biasanya akan menuntun anda pada frustasi serta kecewa terhadap GNU/Linux.

Berikut adalah cara mudah untuk beradaptasi menggunakan GNU/Linux:

  1. Jangan Anggap GNU/Linux itu adalah Windows

    Sistem Operasi secara umum adalah sama. Namun dalam penggunaannya anda akan menemukan banyak sekali perbedaan, diantaranya adalah perbedaan tampilan (interface), struktur file, program installer, control panel, manajemen paket, dan lain-lain. Dari sekian banyak perbedaan, anda dapat menyesuaikan tampilan seperti yang anda inginkan. Seperti Windows? Mac? Atau bukan keduanya. Pilih dan tentukan tampilan seperti apa yang anda inginkan supaya nyaman untuk anda bekerja.

  2. Jangan takut dengan Commmand Line

    Sekarang GNU/Linux sudah berkembang sangat pesat berkat usaha dari komunitas dan developer lainnya yang membuat GNU/Linux menjadi seperti sekarang ini. Hampir semua command line dapat dijalankan dengan GUI (Graphic User Interface). Namun sayangnya, banyak tutorial pada blog, majalah, dan lain-lain  yang lebih suka menjelaskan dengan command line. Kebiasaan ini menular kepada pemula di GNU/Linux yang tidak mengetahui bahwa masih banyak sekali yang dapat anda lakukan hanya dengan klik pada mouse seperti yang ada pada Windows. Namun tidak semua ada GUI-nya, ada beberpa hal yang harus menggunakan Command Line, namun ini untuk system yang sangat dalam, jadi anda tidak usah takut untuk membaca tulisan pada command line.

    Jika anda pemula, gunakan saja aplikasi yang berbasis GUI. Command line hanyalah cara tercepat pada Sistem Operasi GNU/Linux. Menggunakan terminal hanyalah ketika orang tidak mau ribet menggerakkan mouse untuk mencari aplikasi yang berada pada Sistem Operasinya.

  3. Cari aplikasi alternatif di GNU/Linux

    GNU/Linux memiliki koleksi program aplikasi yang lengkap. Bahkan pada kebanyakan distro GNU/Linux sudah disertakan aplikasi untuk anda bekerja setelah menginstallnya. Namun mengingat ruan CD yang terbatas, maka tidak semua program applikasi dapat disertakan dalam distro GNU/Linux. Untungnya beberapa distro membuat versi DVD sehingga dapat menampung banyak aplikasi yang diperlukan.

    Jika anda tidak menemukan aplikasi yang anda butuhkan dalam distro GNU/Linux, anda dapat menanyakan pada forum aplikasi alternatif ketika anda bekerja di Windows, anda dapat mengunduhnya dengan gratis pada laman aplikasi tersebut. Misalnya untuk perkantoran, anda biasa menggunakan Ms. Office, di GNU/Linux anda akan disediakan LibreOffice, biasanya aplikasi ini sudah tersedia dalam distro GNU/Linux. Jika anda ingin mengupgrade versi yang lebih tinggi, anda dapat mengunduhnya secara gratis pada laman libreoffice.org. Aplikasi pada Sistem Operasi GNU/linux berukuran relatif kecil dari pada yang ada pada Windows.

    Aplikasi pada GNU/Linux memang kebanyakan gratis namun tidak gratisan dan abal-abal, kualitasnya tidak kalah ampuh dengan yang ada pada Windows. Versi gratis adalah versi yang biasa, jika anda ingin upgrade ke versi yang full atau lengkap anda bisa membelinya dengan dukungan yang penuh terhadap aplikasi tersebut.

  4. Perbedaan User dan root

    Di lingkungan Windows, pengguna biasanya langsung dijadikan sebagai administrator. Namun pada GNU/Linux, anda masuk sebagai user biasa yang tidak memiliki kemampuan penuh sebagai administrator sistem. Keuntungannya, anda atau pun virus tidak akan mudah merusak sistem. Namun dalam sisi negatifnya, anda akan merasakan aturan yang sangat ketat dimana untuk setiap kegiatan yang berkaitan dengan sistem pada komputer anda harus memasukkan password administrator (dalam GNU/Linux disebut root).

    Disinlah kenapa GNU/Linux selangkah lebih maju dari pada Windows dalam segi kemanan. Satu lagi, administrator di GNU/Linux sangatlah ampuh, jika anda masuk sebagai root, anda memiliki akses dewa, dimaan anda dapat mengotak-atik isi dalam sistem, memodivikasinya, bahkan menghapusnya. Kalau di Windows, dahulu saya pernah mengalami uninstall aplikasi modem, ada sebuah file yang tidak dapat terhapus dan itu administrator pun tidak sanggup untuk menghapusnya. Administrator seperti apa yang tidak sanggup menghapus file yang memiliki akses administrator?

  5. Pilih distro GNU/Linux yang cocok

    Pilihlah distro GNU/Linux yang sesuai dengan anda dan pekerjaan anda. Karena tidak semua distro GNU/Linux itu dibuat sama. Ada yang khusus untuk pemula, ada juga yang dibuat khusus untuk pengguna tingkat mahir. Memilih distro dengan komunitas terbesar seperti Ubuntu tidak menjamin Ubuntu adalah yang terbaik dan termudah untuk kalangan pemula. Sekarang banyak sekali distro turunan Ubuntu yang jauh lebih baik dan lebih mudah dari pada ubuntu sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan untuk merekomendasikan anda mencoba Ubuntu.

    Distro turunan akan membawa tradisi dari turunannya, terutama dalam hal perintah dalam command line serta struktur sistemnya. Sehingga tidak akan kesulitan jika anda menemui kerusakan sistem, anda menanyakan pada forum distro dari basisnya tersebut.

  6. Jangan install aplikasi .exe

    Banyak saya menemukan orang yang baru migrasi ke GNU/Linux yang menginstall aplikasi untuk Windows di GNU/Linux, apa yang terjadi? ya tidak bisa berjalan. Pada Sistem Operasi GNU/Linux, program intallernya tidak menggunakan format .exe. Namun bukan berarti anda tidak bisa menjalankan file .exe di GNU/Linux. Dengan sedikit bantuan dari aplikasi WINE, anda dapat menginstall format exe pada GNU/Linux. Namun jika anda tidak ingin direpotkan dengan penginstallan Wine, pilihlah distro yang sudah menyertakan WINE di dalamnya.

    Untuk sekedar pengetahuan, program installer pada GNU/Linux berupa .deb untuk distro yang berbasis debian, .rpm untuk yang berbasis redhat, dan lain-lain.

Demi memperlancar proses migrasi pada GNU/Linux, usahakan memilih distro linux yang seperti berikut:

  • Jika anda terbiasa menggunakan Windows, carilah tampilan yang mirip dengan Windows seperti Linux Mint, Feren OS, dan lain-lain. Kalau anda terbiasa menggunakan Mac OS, anda dapat menggunakan Elementary OS atau yang lainnya. Dengan begitu akan mempermudah anda untuk beradaptasi ke GNU/Linux.

  • Pilih kelengkapan program dalam distro GNU/Linux agar anda tidak perlu repot untuk menginstallnya sendiri.

  • Mampu menjalankan program .exe tanpa harus membuat anda menginstall WINE sendiri.

  • Memiliki panduan yang berbasis GUI

  • Memilki kemudahan dan kelengkapan fitur pengaturan untuk pengguna pemula.

Salam FOSS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s